19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 05 November 2018 07:00

ASI Tidak Keluar, Ibu Menyusui Butuh Dukungan, Bukan Tekanan

ASI Tidak Keluar, Ibu Menyusui Butuh Dukungan, Bukan Tekanan

Reporter: -

blokTuban.com - Air susu ibu ( ASI) adalah asupan pertama bagi bayi yang didapatkan dari ibunya. ASI umumnya secara alami keluar dari seorang ibu yang baru saja melahirkan anak.

Namun, banyak atau sedikitnya ASI yang dapat diproduksi oleh seorang perempuan tidak bisa disamaratakan. Ada yang melimpah, sedang saja, ada juga yang sedikit, bahkan tidak keluar sama sekali.

Hal itu tentu berpotensi menimbulkan pikiran dan stres pada seorang ibu yang baru melahirkan. Terlebih, jika lingkungan sekitarnya memberikan pendapat bernada negatif.

Seorang ibu menyusui bisa saja terkena depresi hingga mengambil keputusan fatal, mengakhiri hidup dengan cara pintas.

Salah satu contoh diunggah akun Instagram @mpasiforbaby, yang mengunggah berita tentang seorang ibu yang melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri setelah mengalami stres.

Ia tidak dapat mengeluarkan ASI untuk anak pertamanya dan mendapat tekanan dari lingkungannya, yang sebagian adalah sesama kaum perempuan.

Dilansir dari The Telegraph, menurut seorang konselor ASI, Anna Burbidge, ia kerap menyebut wanita-wanita yang seperti itu dengan sebutan seperti breastfeeding nazi, breastfeeding mafia, brestapo, atau nipple nazi.

Sebab, respons-respons yang mereka lontarkan kepada ibu menyusui yang kesulitan memberikan ASI membawa dampak yang besar.

Banyak ibu baru yang ketakutan akan komentar negatif yang datang kepadanya, sebab tidak bisa mengeluarkan ASI untuk anaknya. 

Menurut Anna Burbidge, banyak perempuan yang mengadu padanya untuk minta dikuatkan. Mereka minta diyakinkan bahwa ketidakmampuan mereka dalam memproduksi ASI bukanlah masalah besar yang tidak memiliki jalan keluar.

"Makan malam saya seringkali menjadi dingin karena saya tinggal menerima telepon dari seorang ibu yang putus asa dan kebingungan harus mencari dukungan dari mana atas ketidakmampuannya memproduksi ASI," kata Burbidge.

"Ibu baru ini membutuhkan dukungan dari orang lain, tanpa mereka mampu menghasilkan ASI pun, anaknya dapat tetap mendapat asupan yang baik, salah satunya melalui susu formula," ujarnya.

Baby Blues

Dikutip dari artikel Kompas.com sebelumnya, hormon-hormon yang ada saat hamil berubah setelah melahirkan. Perubahan ini akan menimbulkan efek kurang nyaman pada sang ibu sehingga memicu perasaan-perasaan negatif.

Menurut praktisi hypno-birthing, hypnobreastfeeding, dan hypnoparenting dari Pro V ClinicHolistic Health Care, Fonda Kuswani, S.Psi, kesulitan memberikan ASI untuk anak menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan seorang ibu mengalami sindrom baby blues.

Beberapa sifat dominan yang muncul pada seorang ibu yang mengalami baby blues adalah mudah sedih, tersinggung, marah, lebih sensitif, merasa bersalah, dan malu.

Untuk menyikapi ibu baru yang mungkin saja sedang mengalami baby blues, orang-orang yang ada di sekitar sudah semestinya pandai menjaga perasaan.

Dalam hal ini sulit memberikan ASI kepada anaknya, maka tidak dibenarkan untuk membanding-bandingkan apalagi menyalahkan keadaan tersebut.

Produksi ASI juga sangat dipengaruhi oleh keadaan psikologis sang ibu. Jika tenang dan bebas dari stres, ASI dapat secara alami keluar pada setiap ibu yang baru saja melahirkan.

*Sumber: kompas.com

Tag : kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more