22:00 . DPT-HP Tahap II Naik 0,01 Persen   |   21:00 . Terjerat Kasus Pengroyokan, Usai Akad Nikah Pria Ini Kembali Dibui   |   20:00 . Komunitas Tuban Today, Gotong Royong untuk Misi Sosial   |   19:00 . Hari Pertama, Peserta Tes SKD hanya 21 Orang yang Lolos Passing Grade   |   18:00 . Sah Jejaka dan Perawan Menikah   |   17:30 . Bupati Berharap Kilang Rosnef Segera Terealisasi   |   17:00 . Pakai Gas untuk Melaut, Nelayan Mengaku Lebih Irit   |   16:30 . Nelayan Tuban Terima Bantuan Mesin Perahu dari Menteri ESDM   |   16:00 . Menteri ESDM Serahkan 200 Paket Konverter Kit ke Nelayan Kecil   |   15:00 . Mantab...! Cobain Becek Togek Khas Pohan   |   14:00 . Jejaka dan Perawan Tua Ini Menikah di Hari Jadi Tuban   |   13:00 . KPUD Tuban Tetapkan DPT-HP Tahap II Sebanyak 940.284   |   12:00 . Wajib Tau! Pilih Ban Jenis Rainy untuk Musim Hujan   |   11:00 . 12 Pasang Pengantin jalani Nikah Masal   |   10:00 . Begini Sejarah Holcim di Indonesia   |  
Wed, 14 November 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 04 November 2018 09:00

550 Anak Belum Nikmati PAUD

550 Anak Belum Nikmati PAUD

Reporter: Sri Wiyono

 

blokTuban.com – Belum semua anak usia 4-6 tahun menerima pendidikan anak usia dini (PAUD). Sebab, sesuai data, dari puluhan ribu anak, baru 98,8 persen yang menikmati PAUD. Siasanya masih belum.

 

‘’Masih ada 1,2 persen atau sekitar 550 anak masih belum mengenyam PAUD,’’ ujar Bupati Tuban Fathul Huda, dalam seminar PAUD yang digelar pendopo Kridho Manunggal Tuban.

 

Karena itu, kata dia, Forum PAUD yang baru dibentuk diharapkan dapat mencari anak-anak yang belum bersekolah untuk dapat disekolahkan. Sehingga, anak-anak yang mestinya menerima PAUD itu bisa mendapatkan haknya.

 

Selaini itu, bupati asal Kecamatan Montong ini mengungkapkan, sebanyak 32 persen atau 1.500 guru PAUD belum mendapatkan tunjungan bulanan. Tugas Forum PAUD selanjutnya, menurut dia adalah meringankan persyaratan tunjangan, sehingga bisa membantu guru yang belum mendapatkan haknya.

 

“Permasalahan yang ada harus segera diselesaikan karena hal tersebut merupakan apresiasi kita terhadap guru anak usia dini," tegas bupati.

 

Sementara, Kurniawan, dari Forum PAUD menambahkan, pendidikan anak usia dini di Kabupaten Tuban terdiri dari TK berjumlah 528 lembaga dengan jumlah anak didik sebanyak 25.380 siswa dan 1911 guru. Sementara itu, untuk RA berjumlah 202 lembaga dengan 10217 siswa dan 887 guru. Sedangkan, untuk KB/TPA berjumlah 631 lembaga dengan 18499 siswa dan 1866 guru. 

 

Dia berharap, keberadaan Forum PAUD dan dukungan pemkab pada pendidikan anak usia ini semakin memajukan PAUD, sehingga Tuban menjadi kabupaten yang maju. Sehingga sebutan dan predikat Tuban sebagai Kabupaten Ramah Anak, benar-benar sesuai.[ono]

 

 

Tag : paud, anak, usiadini, pendidikan

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Sunday, 14 October 2018 11:00

    Gowes 3Th blokTuban.com Berkarya dan HJT ke-725

    Dirut BMG Canangkan Gowes Jadi Bagian Program HJT

    Dirut BMG Canangkan Gowes Jadi Bagian Program HJT Di bawah naungan blokMedia Grup (BMG),  blokTuban.com telah 3 tahun lebih mempersembahkan berbagai sajian informasi di Bumi Wali, Kabupatem Tuban. Pada rangkaian menyambut Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725, juga dikemas...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more