Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 01 November 2018 14:00

Ketua DPRD: Jadi unggulan Kabupaten Tuban, Kesenian Langin Tayub Wajib Dilestarikan

Ketua DPRD: Jadi unggulan Kabupaten Tuban, Kesenian Langin Tayub Wajib Dilestarikan

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus berupaya mendorong Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Tuban, untuk melakukan  pelestarian terhadap kesenian budaya yang ada di Kabupaten Tuban.

Upaya dorongan kepada Disparbudpora Tuban tersebut dalam rangka untuk melestarikan kesenian budaya yang ada di Kabupaten Tuban, salah satunya kesenian Langin Tayub yang mana kesenian tersebut menjadi kesenian budaya unggulan Kabupaten Tuban yang telah dikenal masyarakat dari daerah lain.

"Kesenian ini merupakan kesenian unggulan Kabupaten Tuban yang dikenal daerah lain, maka dari itu pelestarian kesenian ini wajib untuk dilakukan oleh Disparbudpora," terang Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Miyadi, Kamis (1/11/2018).

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Tuban juga menyampaikan apresiasinya kepada Disparbudpora Tuban yang telah menjadikan kegiatan Siraman Waranggono ini menjadi agenda tahunan dalam rangka melestarikan budaya sekaligus memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tuban.

Oleh karena itu, diharapkan Pemkab Tuban lebih memperhatikan kesenian budaya Langin Tayub maupun kesenian yang lain dengan cara memperhatikan agenda tahunan seperti ini atau memperhatikan dengan memberikan waktu dan tempat untuk berekspresi.

"Kami akan terus mendorong secara berkesinambungan agar seni kubudayaan di Kabupaten Tuban lebih berkembang," pungkasnya.

Diketahui, dalam prosesi Siraman Waranggono yang diselenggarakan di Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban ini ada sebanyak 87 Waranggono, 9 di antaranya Waranggono baru dan sebanyak 68 pramugari yang diwisuda.[hud/ito]

Tag : DPRD, Kabupaten, Tuban, Disparbudpora

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini