14:00 . Pemilu 2019, NasDem Target 100 Kursi DPR RI   |   13:00 . Sudah Langganan Parkir? Jangan Bayar Lagi di Jukir   |   12:00 . Hadapi Celebest FC ini Susunan Pemain Persatu   |   11:00 . Surya Paloh: Baru 7 Tahun, NasDem Tak Kalah dengan Partai 50 Tahun   |   10:00 . Surya Paloh Hadiri Acara Temu Kader 4 Kabupaten di Tuban   |   09:00 . Pondasi Jembatan Tergerus Air, Akses Roda Empat Ditutup   |   08:00 . Manajer Persatu Rilis Jadwal Putaran 8 Besar Liga 3   |   07:00 . Marah Tak Selalu Negatif, Ini 4 Manfaat Positifnya   |   22:00 . Pohon Tumbang Karena Akar Ditebang?   |   22:00 . Mobil Ringsek Akibat Tertimpa Pohon   |   21:00 . Harap Ada Perhatian Pada Pohon yang Berpotensi Tumbang   |   20:00 . Di Tuban Kota, Ada 2 Pohon Tumbang   |   19:00 . Hujan dan Angin, Mobil di Jalan Basuki Rahmad Tertimpa Pohon   |   15:00 . Listrik Padam, Air PDAM di Sebagian Wilayah Tuban Tak Mengalir   |   12:00 . Hari Terakhir Pemutihan, Pelayanan di Samsat Membludak   |  
Mon, 17 December 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 30 October 2018 19:00

Pameran Purbakala, Pengingat Sejarah Masa Lalu

Pameran Purbakala, Pengingat Sejarah Masa Lalu

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Pasca dibuka kemarin Senin (29/10/2018), pengunjung Pameran Purbakala yang diprakarsai oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur, telah banyak dikunjungi pengunjung dari berbagai kalangan.

Mulai dari siswa-siwi sekolah semua tingkatan, penghobi barang antik, pelaku seni, hingga penghobi barang purba dan penggemar budaya. Salah satu pengunjung pameran kepurbakalaan, Yusuf saat ditemui blokTuban.com di area lokasi perhelatan Gedung Budaya Lokal Jalan Basuki Rachmad Tuban, mengaku sangat tertarik atas giat pameran oleh salah satu balai naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan itu.

Dia menjelaskan, bagaimana keprihatinan generasi muda yang saat ini digadang sebagai generasi Z pada masa keemasan pesatnya perkembangan teknologi yang mulai acuh pada sejarah masa lalu.

"Ini salah satu respon bagus dari pemerintah untuk sebuah keseimbangan. Era teknologi yang berkembang melesat harus ditarik mundur lagi, untuk belajae sebuah cagar budaya sebagai penyeimbang," ungkap Yusuf kepada blokTuban.com, Selasa (30/10/2018).

Lelaki yang juga merupakan anggota komunitas Megalamat, pecnghobi pusaka-pusaka warisan nenek moyang itu menambahkan, zona kenyamanan generasi hari ini ketika asyik lekat pada mobilitas teknologi tinggi sehingga melupakan sejarah bangsa sendiri, jika tak berkeinganan melakukan  balancing antara ilmu teknologi dan sejarah, akan membawa dampak berbahaya bagi kelangsungan budaya.

Memang, tak semua orang tertarik dengan aspek historis asal muasal sejarah. Akan tetapi, nilai dari pada pengetahuan umum tentang sejarah peradaban beserta peninggalan masa lalu akan menjadu poin penting. Bilamana generasi penerus sibuk akan urusan modernisasi, berpacu pada tren kekinian yang terus berubah, maka bisa dipastikan sejarah bangsa lekas sirna ditelan kelalaian.

Adapun respon dari pemuda, komunitas, serta pelajar yang ada di Bumi Wali bisa dibilang baik. Akan tetapi, keadaan tersebut masih belum optimal sebab masih berserak dan terbingkai pada sekat-sekat tertentu. 

"Harapannya, pemuda maupun komunitas agar terus berhimpun. Untuk tetap giat memberi wadah pada pemerhati seni dan budaya," pungkasnya berharap.

Sementara itu, pihak Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) BPCB, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia akan terus melakukan sosialiasi terkait budaya masa lalu yang terangkum dalam cagar budaya kepurbakalaan. Lewat pameran sebagai aksi eksistensi, bahwa potensi budaya masih terus dijunjung tinggi, BPCB terus mengkaji temuan dan menghimpun wilayah bergaris besar budaya prasejarah terbentuknya Nusantara.

"Koordinasi lanjutan dari masyarakat dan pemerhati budaya juga berperan dalam melindungi cagar budaya. Upaya pelestarian dan menjaga lingkungan, itulah yang paling dasar," kata Tomi, Staff Unit Kerja Dokumentasi dan Publikasi BPCB Jawa Timur. [feb/lis]

Tag : budaya, pemeran, purbakala

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 11 December 2018 21:00

    Musydes, Warga Cendoro Terima JUT

    Musydes, Warga Cendoro Terima JUT Dalam rangka meningkatkan pembangunan infrastuktur desa dilaksanakan Musyawarah Desa Pertanggungjawaban dan Serah Terima Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban di balai desa setempat, Senin...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more