19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 28 October 2018 15:00

Harga Cabai Fluktuatif Tiap Waktu Petani Resah

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Naik turunnya harga jual produk hasil tanam petani ke pasaran pemborong, sering kali memicu kebingunangan petani di beberapa wilayah. Salah satunya tanaman cabai. Pasalnya, hampir setiap waktu dalam hitungan jam saja harga komoditas dapur itu bisa membumbung, kemudian anjlok drastis tanpa kontrol.

Hal tersebut banyak diutarakan para petani yang berada di wilayah selatan Tuban, seperti Kecamatan Grabagan, Rengel, sampai ujung selatan Kecamatan Soko. Ya, hampir sebagian besar wilayah tadi tengah banyak ditemui hasil tanam cabai dengan kisaran harga yang beda pula.

"Salah waktu pas jual bisa rugi. Pagi, harga satu kilo bisa sampai Rp25.000 per kilo, siang sampai sore bisa anjlok jadi Rp15.000. Kadang juga naik turun seharian," ujar Yongki, penjual cabai di Kecatamatan Grabagan, Minggu (28/10/2018).

Lebih dari itu, sebab-sebab harga jual cabai tak stabil tiap waktu tersebut banyak menuai dugaan darinya. Adapun salah satu alasan klasik, ialah jumlah stok yang membludak. Padahal, wilayah-wilayah di Kabupaten Tuban pada cuaca kering demikian tak sedikit pula yang menanam cabai, juga memiliki bos dan pemborong pusat masing-masing.

"Apa pengaruh musim ya. Musim politik, jadi jual beli hasil tanam juga dipolitiki. Perlu perhitungan matang kalau begini," ujarnya menyinggung soal manajemen harga area pemborong pusat.

Terpisah, petani cabai di Kecamatan Soko juga menuturkan hal senada. Naik turunnya hasil tanam salah satu komoditas dapur itu tak bisa dipandang remeh. Sebab, perhitungan antara biaya tanam, perawatan, dan harga jual produk tanam harus membuahkan hasil untung.

"Harga yang beda di setiap wilayah, kadang dipengaruhi pemborong juga. Tapi ya kasihan kalau keseringan turun, kalau pertanaian sektor cabai biayanya lumayan lho," ungkap Yusuf kepada blokTuban.com. [feb/lis]

Tag : harga, cabai, petani

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more