18:00 . Polres Amankan Terduga Pelaku Curanmor 19 Kali dengan Timah Panas   |   16:00 . Diskoperindag Akan Kroscek Keluhan Terkait Petugas Jaga Pasar   |   13:00 . Dinsos P3A Prioritaskan Berdayakan Disabilitas dengan Keahlian   |   12:00 . 2018, Angka Disabilitas Meningkat   |   11:00 . Nikmati Kontur Lembut Daging Rajungan di Sumberagung   |   10:00 . Fresh dan Kekinian, Begini Ikon Baru Bulurejo   |   09:00 . Januari, RSUD dr. Koesma Tuban Tangani 35 Pasien DB   |   08:00 . Catat....! Ini Tahapan Pilkades Serentak 2019 di Tuban   |   07:00 . Langkah Sederhana untuk Hidup Lebih Sehat   |   18:00 . 2018, Pelanggaran Disiplin PNS Menurun   |   17:00 . Campus Fast Solusi Kenalkan Perguruan Tinggi ke Siswa   |   16:00 . 2018 Realisasi Pendapatan Parkir Berlangganan Lebihi Target   |   15:00 . Wabup Tekankan Pengurangan Risiko Bencana   |   14:00 . Bantu Siswa Pilih Kampus, MGBK Adakan Camp Fast   |   13:00 . Ingin Buat Road Map, Wabup Kujungi Tempat Wisata Bumi Wali   |  
Sat, 19 January 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 25 October 2018 07:00

Jangan Menyerah Hadapi Balita Susah Makan

Reporter: -

blokTuban.com - Idealnya, anak selalu bersemangat saat makan dan mau mengonsumsi sayur dan buah. Faktanya, membuat anak mau makan lahap bukan perkara mudah.

Menurut penelitian yang dimuat dalam Jurnal Gizi 2018, sekitar 52,4 persen anak usia pra-sekolah di Indonesia picky eater alias pemilih makanan.

Anak yang picky eater cenderung hanya mau mengonsumsi makanan yang itu-itu saja. Walau membuat orangtua "pusing", tetapi sebenarnya kondisi ini adalah fase normal dalam perkembangan anak.

"Memang di usia pra-sekolah ada periode picky eater, terutama tidak mau sayur dan buah," kata Prof.Dr.Rini Sekartini, Sp.A (K), dalam acara media edukasi yang diadakan SOHO Global Health di Jakarta (19/10).

Picky eater, lanjut Rini, juga bisa dicirikan dengan anak menolak makan dalam jumlah yang cukup atau hanya mau satu jenis makanan dalam satu kelompok gizi.

"Misalnya untuk protein ia maunya hanya ayam saja, atau ada anak yang karbohidratnya cuma mau makan nasi goreng," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang DKI Jakarta ini.

Kondisi itu juga dialami aktris Nagita Slavina. Putranya, Rafathar Malik (3), pernah hanya mau mengonsumsi makanan tertentu saja.

"Rafathar cuma mau minum susu, makan udang dan daging saja. Saya khawatir dia kurang gizi," kata Gigi, panggilan akrab Nagita.

Harus diubah

Anak suka pilih-pilih makanan, menurut Rini, terjadi karena berbagai faktor. Misalnya saja kepribadian anak yang takut mencoba hal baru, orangtua tidak memberi contoh, serta tekanan saat proses makan.

"Suasana makan juga harus dibuat menyenangkan dan perkenalkan makanan baru pada anak berulang kali," kata Rini.

Ia menambahkan, di usia prasekolah, kendali ada pada anak sehingga mereka punya hak untuk memilih makanan.

"Orangtua jangan panik kalau anak susah makan. Lihat apakah berat badannya cukup tidak, apakah dia sering sakit atau enggak. Kalau tidak, berarti gizinya cukup," ujarnya.

Walau picky eater adalah fase yang normal, namun menurut Rini kondisi itu harus diubah agar tidak berlanjut sampai dewasa.

Ditambahkan oleh Psikolog Tari Sandjojo, anak yang picky eater biasanya juga memiliki kepribadian tidak suka mencoba hal baru dan senang berada di zona nyamannya.

"Anak dengan sifat seperti ini perlu dibantu sehingga saat besar proses adaptasi terhadap hal baru lebih cepat," katanya.

Kebanyakan orangtua panik dan bingung menghadapi si picky eater. Mereka pun akhirnya akan memaksa atau melakukan banyak cara untuk membuat anak mau membuka mulutnya.

"Orangtua biasanya mencari jalan pintas, misalnya memberikan susu banyak-banyak atau memberi anak gawai sambil makan," ujarnya.

Kondisi tersebut dapat membuat anak percaya pada label orangtuanya bahwa ia susah makan sehingga "pasrah" dan membiarkan orangtuanya mencari solusinya.

Banyak hal yang bisa dilakukan orangtua untuk mengatasi kondisi ini. Jika anak tidak mau satu makanan tertentu, orangtua bisa mencari makanan pengganti dengan nilai gizi yang sama.

"Kalau anaknya tidak mau nasi, boleh diganti mi atau pasta. Kalau tidak suka brokoli, boleh diganti sayur lain," saran Rini.
Seperti yang dilakukan Gigi. Ia pun mencoba berbagai cara untuk mengembalikan nafsu makan anaknya.

"Ternyata Rafathar itu bukan tidak suka sayur, tapi tidak suka dengan bentuk sayur. Jadi terkadang sayurnya saya sembunyikan di makanan atau dijus," katanya.

Tari mengatakan, orangtua perlu bersabar memperkenalkan menu makanan yang baru.

"Anak akan makan kok, kalau lapar. Mungkin saja selama ini ia kurang kegiatan fisik jadi jarang lapar. Berikan juga variasi acara makan," sarannya.

Agar anak menyukai kegitan makan, gunakan pendekatan yang sama seperti cara orangtua membuat anak suka membaca.

Kurkuma

Secara tradisional, kurkuma, zat aktif dalam temulawak, dipakai sejak zaman nenek moyang untuk meningkatkan nafsu makan anak.

Kini, PT.SOHO Global Health membuat inovasi susu anak dengan ekstrak temulawak yaitu Susu Curcuma Plus.

"Temulawak yang terkenal pahit juga bisa terasa enak. Susu ini memiliki keunikan yang berbeda, tak hanya memberi nutrisi tapi juga anak diharapkan tetap makan bergizi seimbang dari makanan," kata VP Marketing SOHO Global Health, Sylvia A.Rizal.

Menurut Rini, konsumsi susu penting sebagai sumber kalsium, namun jika kelebihan dapat menyebabkan penurunan nafsu makan.

"Yang salah itu kalau asupan makan anak sudah oke tapi konsumsi susu tidak diubah, bisa kegemukan," ujarnya.

Ia menegaskan, konsumsi susu dibutuhkan sebagai tabungan kalsium tulang namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan.

*Sumber: kompas.com

Tag : pendidikan, kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more