14:00 . Pemilu 2019, NasDem Target 100 Kursi DPR RI   |   13:00 . Sudah Langganan Parkir? Jangan Bayar Lagi di Jukir   |   12:00 . Hadapi Celebest FC ini Susunan Pemain Persatu   |   11:00 . Surya Paloh: Baru 7 Tahun, NasDem Tak Kalah dengan Partai 50 Tahun   |   10:00 . Surya Paloh Hadiri Acara Temu Kader 4 Kabupaten di Tuban   |   09:00 . Pondasi Jembatan Tergerus Air, Akses Roda Empat Ditutup   |   08:00 . Manajer Persatu Rilis Jadwal Putaran 8 Besar Liga 3   |   07:00 . Marah Tak Selalu Negatif, Ini 4 Manfaat Positifnya   |   22:00 . Pohon Tumbang Karena Akar Ditebang?   |   22:00 . Mobil Ringsek Akibat Tertimpa Pohon   |   21:00 . Harap Ada Perhatian Pada Pohon yang Berpotensi Tumbang   |   20:00 . Di Tuban Kota, Ada 2 Pohon Tumbang   |   19:00 . Hujan dan Angin, Mobil di Jalan Basuki Rahmad Tertimpa Pohon   |   15:00 . Listrik Padam, Air PDAM di Sebagian Wilayah Tuban Tak Mengalir   |   12:00 . Hari Terakhir Pemutihan, Pelayanan di Samsat Membludak   |  
Mon, 17 December 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 24 October 2018 13:00

15 Poin Pernyataan GP Ansor Soal Pembakaran Bendera HTI

15 Poin Pernyataan GP Ansor Soal Pembakaran Bendera HTI

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor akhirnya merilis keterangan resmi terkait penyusupan bendera HTI dalam Acara Hari Santri Nasional di Limbangan, Garut, Jawa Barat, pada Senin (22/10/2018) lalu.

Berdasarkan rilis resmi yang berhasil dihimpun blokTuban.com menyebutkan ada 15 poin pernyataan yang disampaikan oleh Yaqut Cholil Qoumas, Ketua Umum PP GP Ansor di kantor pusat organisasinya yang beralamat di Jalan Kramat Raya Nomor 65 Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Berikut 15 poin pernyataan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang diterima blokTuban.com:
 
1. Beberapa hari sebelum diselenggarakannya peringatan Hari Santri Nasional 2018 di Garut, pihak penyelenggara telah melarang kepada seluruh peserta agar tidak membawa bendera apa pun kecuali bendera Merah Putih sebagai bendera Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Pada saat pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional, tiba-tiba ada oknum peserta mengibarkan bendera yang telah diketahui oleh publik, khususnya para peserta dan Banser, sebagai bendera milik ormas yang telah dibubarkan pemerintah, yaitu HTI.

3. Atas peristiwa tersebut, Banser menertibkan oknum yang membawa bendera HTI karena dianggap melanggar peraturan dari panitia peringatan Hari Santri Nasional.

4. Oknum yang membawa bendera HTI tersebut sama sekali tidak mengalami penganiayaan atau persekusi dari Banser. Hal ini menunjukkan bahwa Banser memegang teguh kedisiplinan seperti digariskan organisasi dan sudah sesuai koridor hukum yang berlaku.

5. Dalam situasi tersebut beberapa oknum Banser secara spontan melakukan pembakaran bendera HTI. Tindakan ini menunjukkan kecintaan Banser dan seluruh peserta pada bangsa dan Tanah Air di tengah memperingati Hari Santri Nasional.

6. Namun demikian, tindakan pembakaran bendera HTI tersebut bertentangan dengan Standar Operational Procedure (SOP) dan instruksi Ketua Umum PP GP Ansor jauh sebelum peristiwa tersebut terjadi, yakni dilarang melakukan secara sepihak pembakaran bendera HTI dengan alasan apa pun. Setiap tindakan penertiban atribut-atribut HTI harus dilakukan berkoordinasi dengan aparat keamanan dan menyerahkan atribut/bendera HTI kepada aparat keamanan.

7. Atas tindakan oknum Banser tersebut, Pimpinan Pusat GP Ansor akan memberikan peringatan karena telah menimbulkan kegaduhan publik dan persepsi yang tidak seimbang sehingga banyak pihak mendapatkan kesan yang tidak objektif.

8. Ternyata pada saat peringatan Hari Santri Nasional di beberapa daerah, di antaranya Kota Tasikmalaya, Sumedang, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kota Semarang, juga ditemukan aksi pengibaran bendera HTI. Ini menunjukkan dugaan bahwa ada aksi pengibaran bendera HTI yang dilakukan secara sistematis dan terencana.

9. Pernyataan Kapolda Jawa Barat di media massa yang menegaskan telah melakukan pemeriksaan dan menyatakan bendera tersebut adalah bendera HTI membenarkan pernyataan kami bahwa memang benar bendera tersebut adalah bendera HTI.

10. Untuk itu perlu kami sampaikan bahwa kami menolak secara tegas bahwa bendera HTI tersebut diidentikkan atau dinyatakan seakan-akan sebagai bendera Tauhid milik umat Islam.

11. Kami sebagai ormas Islam yang dilahirkan untuk menjaga marwah kedaulatan NKRI dan menjaga nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin memandang bahwa pengibaran bendera HTI di mana pun merupakan tindakan melawan hukum, karena HTI telah dinyatakan terlarang melalui Putusan Pengadilan dan merupakan tindakan provokatif terhadap ketertiban umum, sekaligus mencegah lafadz suci Tauhid dimanfaatkan untuk gerakan-gerakan politik khilafah.

12. Kami sangat mengapresiasi permintaan maaf secara pribadi dari anggota Banser yang melakukan pembakaran karena semata-mata telah menimbulkan kegaduhan publik dan banyak pihak tidak mendapatkan persepsi yang jernih atas peristiwa tersebut.

13. Kami sangat mendukung proses hukum secara transparan dan adil sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk kepada oknum-oknum di mana pun berada yang mengibarkan/membawa bendera HTI termasuk atribut/simbol/lambang yang secara nyata merupakan bagian dari paham khilafah.

14. Kami menginstruksikan seluruh kader GP Ansor dan Banser, terutama di tahun politik ini, tidak mudah terpancing oleh mereka yang suka mempolitisir segala hal untuk kepentingan yang bukan kepentingan Indonesia dan bangsa Indonesia.

15. Kami menginstruksikan kepada seluruh kader GP Ansor dan Banser untuk menjaga terus Ukhuwwah Islamiyyah, Ukhuwwah Wathaniyah dan Ukhuwwah Basyariyah, serta kebhinekaan.

Demikian rilis pers ini kami sampaikan.
Jakarta, Rabu, 24 Oktober 2018 Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor

Ketua Umum,
ttd
H. YAQUT CHOLIL QOUMAS

Sekretaris Jenderal,
ttd
ABDUL ROCHMAN

Tag : ansor, pembakaran, bendera

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 11 December 2018 21:00

    Musydes, Warga Cendoro Terima JUT

    Musydes, Warga Cendoro Terima JUT Dalam rangka meningkatkan pembangunan infrastuktur desa dilaksanakan Musyawarah Desa Pertanggungjawaban dan Serah Terima Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Cendoro, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban di balai desa setempat, Senin...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more