12:00 . Dihadiri Gubernur Jatim, Wabup Minta Paralayang Tuban Bersolek Batik Gedog   |   09:00 . Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengroyokan di Konser Adella   |   08:00 . Digrebek, Orang Ini Ternak Lele Sambil Bikin Miras   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |   23:00 . Intip Personil blokMedia Group   |   18:00 . Malam Ini Puncak Maha Karya Cinta 8 Tahun blokBojonegoro   |   17:00 . Diketahui, Ini Identitas Korban Kecelakaan di Parengan   |   15:00 . 133 Anak Ikuti Khitanan Massal Haul Syech Maulana Ibrahim   |   14:00 . BPBD Tuban Kroscek Lokasi Retakan Sekitar PHE   |   11:00 . Hendak Sebrang Jalan, Mr X Tewas Dihantam Inova   |   10:00 . Klasemen Sementara, Persatu Peringkat 10   |   09:00 . 19 Kilometer Jalan Lingkar Tuban Digarap 3 Kontraktor   |   08:00 . Muncul Retakan di Jegulo, Warga Pindah Sementara   |   07:00 . Lebih Baik Mana, Membiarkan Anak Main di Dalam atau Luar Rumah?   |   19:00 . Live Streaming Haul Syeh Maulana Ibrohim Asmoro Qondhi   |  
Tue, 25 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 11 October 2018 09:00

60% UMKM di Tuban Didominasi Usaha Mamin

60% UMKM di Tuban Didominasi Usaha Mamin

Repoter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Warga Tuban kurang tertarik untuk berwirausaha di bidang batik, hal itu terbukti dari 29 ribu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di Kabupaten Tuban, 60% UMKM ada di sektor makanan dan minuman (Mamin), sedangkan batik gedog asli Tuban hanya 15%.

D.A.V Nugraha, Kasi Pengembangan UMKM, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban mengatakan, hingga saat ini sektor UMKM paling banyak di bidang makanan dan minuman 60%, sedangkan batik gedog 15%, kerajian 15% dan jasa 10%. Hal ini dikarenakan minimnya upah pembatik sehingga banyak orang yang tidak berminat untuk ngembangkan batik gedog asli dari Tuban.

"Kalau kita menganalisa mengapa UKM batik atau pembatik tidak banyak peminatnya, dikarenakan upahnya yang masih minim, sehingga mengapa khususnya generasi muda lebih tertarik berwirausaha lain dari pada membatik dan hanya anak smp dan sma yang masih sering membatik, itu pun untuk mengisi waktu luang kalau misal libur sekolah," ungkap Nugraha.

Untuk itu, kata Nugraha, tak henti-hentinya dinas melakukan pembinaan seperti lomba batik untuk generasi muda, dari situ secara tidak langsung memotivasi kepada mereka untuk mencintai produk asli dari Tuban ini dan juga harapakan agar generasi muda memiliki keinginan untuk mengembangkan batik Tuban.

Sedangakan mengapa upah pembatik minim dan harga jual yang relatif mahal, kata Nugraha, dikarenakan biaya oprasionalnya seperti bahan baku dan juga kendala di manejemen pemasaran.

Disamping itu, dijelaskan Nugraha, apabila ada pesanan banyak maka produksi para pengrajin juga akan melimpah, kalau sepi pesanan maka hanya membuat seadanya.

"Sebenarnya kendala UKM batik karena biaya oprasionalnya yang mahal, baik dalam bahan bakunya dan juga selama ini apabila UKM batik menerima pesanan banyak, mereka akan memproduksi banyak apabila tidak ada pesanan mereka akan membuat seadayan. Untuk itu kami selalu melakukan pembinaan manajeman baik pemasaran, SDM dan produksi," ungkapnya. [nid/rom]

batik tub

Tag : batik, produksi batik

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more