15:00 . Musim Kemarau, 25 Desa Kesulitan Air Bersih   |   14:00 . Kondisi Tuban Terkini Pasca Gempa   |   13:00 . BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi   |   12:00 . Ikan Naik ke Darat Pasca Gempa? Cek Faktanya   |   11:00 . Begini Cara Nelayan Tuban Tangkal Berita Hoaks   |   10:00 . Gempa 6.0 SR Guncang Tuban Bumi Wali   |   09:00 . Siswa Kelas 2 SD Daftar Umroh   |   08:00 . SI Sabet Tiga Penghargaan dari Alpha Southeast Asia   |   07:00 . Gizi Baik Anak: Faktor, Kriteria, dan Solusinya   |   06:00 . Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah di Kedungsoko Terbakar   |   22:00 . Kemenag Tuban Teken MoU dengan Pemdes Banyuurip   |   21:00 . Gempa Bumi Terasa di Stasiun BMKG Tuban, Pegawai Sempat Keluar Ruangan   |   20:00 . Diskoperindag Bersama PTB Mengadakan Festival Kopi   |   19:00 . Gempa di Perairan Tuban Dirasakan Hingga Luar Pulau Jawa, Begini Penjelasan BMKG   |   18:00 . Indonesia Dilanda Karhutla, 120 Pelajar Tuban Sholat Minta Hujan   |  
Fri, 20 September 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 11 October 2018 09:00

60% UMKM di Tuban Didominasi Usaha Mamin

60% UMKM di Tuban Didominasi Usaha Mamin

Repoter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Warga Tuban kurang tertarik untuk berwirausaha di bidang batik, hal itu terbukti dari 29 ribu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di Kabupaten Tuban, 60% UMKM ada di sektor makanan dan minuman (Mamin), sedangkan batik gedog asli Tuban hanya 15%.

D.A.V Nugraha, Kasi Pengembangan UMKM, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tuban mengatakan, hingga saat ini sektor UMKM paling banyak di bidang makanan dan minuman 60%, sedangkan batik gedog 15%, kerajian 15% dan jasa 10%. Hal ini dikarenakan minimnya upah pembatik sehingga banyak orang yang tidak berminat untuk ngembangkan batik gedog asli dari Tuban.

"Kalau kita menganalisa mengapa UKM batik atau pembatik tidak banyak peminatnya, dikarenakan upahnya yang masih minim, sehingga mengapa khususnya generasi muda lebih tertarik berwirausaha lain dari pada membatik dan hanya anak smp dan sma yang masih sering membatik, itu pun untuk mengisi waktu luang kalau misal libur sekolah," ungkap Nugraha.

Untuk itu, kata Nugraha, tak henti-hentinya dinas melakukan pembinaan seperti lomba batik untuk generasi muda, dari situ secara tidak langsung memotivasi kepada mereka untuk mencintai produk asli dari Tuban ini dan juga harapakan agar generasi muda memiliki keinginan untuk mengembangkan batik Tuban.

Sedangakan mengapa upah pembatik minim dan harga jual yang relatif mahal, kata Nugraha, dikarenakan biaya oprasionalnya seperti bahan baku dan juga kendala di manejemen pemasaran.

Disamping itu, dijelaskan Nugraha, apabila ada pesanan banyak maka produksi para pengrajin juga akan melimpah, kalau sepi pesanan maka hanya membuat seadanya.

"Sebenarnya kendala UKM batik karena biaya oprasionalnya yang mahal, baik dalam bahan bakunya dan juga selama ini apabila UKM batik menerima pesanan banyak, mereka akan memproduksi banyak apabila tidak ada pesanan mereka akan membuat seadayan. Untuk itu kami selalu melakukan pembinaan manajeman baik pemasaran, SDM dan produksi," ungkapnya. [nid/rom]

batik tub

Tag : batik, produksi batik

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Monday, 15 July 2019 16:00

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers

    blokTuban.com Resmi Terverifikasi Dewan Pers Media blokTuban.com mulai Senin (15/7/2019) resmi terverifikasi administrasi di Dewan Pers. Hal ini membuktikan bahwa portal media online ini, produk beritanya terpercaya dan mencerdaskan publik....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more