19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 01 October 2018 19:00

Cerita Lekun 'Tim Ahli' Pembuat Arak dari Tuban

Cerita Lekun 'Tim Ahli' Pembuat Arak dari Tuban

Reporter: Mochamad Nur Rofiq 

blokTuban.com - Dari aksi penggerebekan produksi minuman keras (Miras) jenis arak di Desa Ngepon, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban meninggalkan cerita tersendiri. Pasalnya satu dari enam tersangka ada yang merupakan pelaku lama yang sudah keluar masuk penjara karena memproduksi arak. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun blokTuban.com menyebutkan, tersangka bernama Arin Prasetyo alias Lekun (36) ini sudah tiga kali tertangkap polisi dengan kasus serupa. Dua kali di wilayah Plumpang dan satu kali di wilayah Jatirogo ini. 

Menurut pengakuan Lekun, ia menekuni pekerjaan sebagai produsen arak sudah lama. Sampai-sampai, ia pun lupa kapan awal mula ia menjalani pekerjaan yang dilarang negara dan agama tersebut. 

Saat ini, bapak tiga anak itu mengaku sudah memiliki lebel 'Tim Ahli'. Sehingga ketika para pemodal yang ingin menjalani aksi produksi arak sering mendatangkan dia. 

"Status saya 'Tim Ahli' di kegiatan produksi arak ini (produksi arak di Desa Ngepon)," kata Lekun dengan tersenyum. 

Ia berujar selama tiga bulan beroperasi, ia sebagai tim ahli peracik arak. Sementara yang mengerjakan tiga anak buahnya. 

Sementara itu, tersangka lain bernama Hengky Kristiawan, dikatakan Lekun sebagai pemilik lahan bekas kandang tersebut sekaligus sebagai otak semua kegiatan bisnis Miras tersebut. 

"Hengki otak dari semua ini, saya hanya tim ahli," ungkap pria asal Semanding tersebut. 

Saat ditanya kenapa pilih pekerjaan ini, Lekun mengaku tidak punya pilihan lain. Sebab, untuk menghidupi keluarganya ia bergantung pada keahliannya membuat minuman memabukkan ini. 

"Uripe yo ko ombenan iki (Hidupnya ya dari minuman ini)," katanya sambil mengunyah marning usai press realese. 

Diakui pria berbadan kurus itu, saat ini ia sebagai tulang punggung keluarganya. Ia harus menyekolahkan tiga anaknya dari hasil kerjaannya itu. 

"Anak saya tiga. Satu SMK, yang dua kembar masih SD," pungkasnya. [rof/col]

Tag : arak, ahli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more