15:00 . Diduga Ledakan Tabung LPG, 2 Rumah di Prambontergayang Ludes Terbakar   |   14:00 . Pengrajin Blangkon dari Tepi Bengawan Solo   |   13:00 . Pasca Bencana, BPBD Kaji Cepat Banjir dan Longsor Waleran   |   12:00 . Begini Pesan Wabup Saat Hadiri Tasyakuran HPN   |   11:00 . Otodidak, dari MC Hingga Jadi Perajin Blangkon   |   10:00 . Kebakaran di Bangilan Ludeskan 5 Rumah   |   09:00 . Banjir dan Longsor Terjang Tuban   |   08:00 . Diskoperindag-Baznaz Berikan Pinjaman tanpa Bunga   |   07:00 . Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan   |   21:00 . Pedagang Pasar Datangi Diskoperindag Wadul Kondisi Pasar   |   20:00 . Perakitan Kotak Suara di KPU Tuban Hampir Usai   |   18:00 . Baru 728.805 Jiwa tang Terdaftar JKN di Tuban   |   17:00 . Akibat Hujan Deras Kawasan Waleran Dilanda Banjir dan Longsor   |   16:00 . Gotong Royong Warga Semanding Benahi Tanggul   |   15:00 . Warga Temaji Keluhkan Bau Asap Batu Bara   |  
Wed, 20 February 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 16 September 2018 11:00

Jamasan Pusaka Masal di Kota Lama

Jamasan Pusaka Masal di Kota Lama

Repoter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Paguyuban Pelestari Tosan Aji Megalamat Tuban menggelar ritual jamas (mencuci) benda-benda pusaka secara masal Minggu (16/9/2018). Bertempat di pendapa Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding atau dikenal dengan Kota Lama. Sebab, di tempat itulah konon keraton Kadipaten Tuban dulu berada.

Para pandemen atau penyuka wesi aji atau benda-benda pusaka hadir. Mereka membawa pusaka koleksinya untuk dijamas. Bulan Muharam atau Suro di penanggalan jawa memang waktu yang tepat untuk menjamas pusaka. Karena itu, ada ratusan benda pusaka yang harus dijamas oleh petugas khusus yang memakai pakaian putih. Pusaka itu merupakan koleksi para pandemen wesi aji yang sengaja datang.

Prosesi penjamasan pusaka diawali dengan syukuran berupa potong tumpeng. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan secara simbolis pusaka yang akan dijamas. Pusaka diserahkan petugas khusus pada perwakilan penjamas. Lalu dilanjutkan dengan prosesi penjamasan.

Penjamasan pusaka diawali dengan membersihkan pusaka dengan cairan khusus yang sudah dipersiapkan. Ada satu petugas yang khusus membersihkan pusaka ini. Kemudian, pusaka yang sudah dibersihkan diserahkan pada petugas yang bertugas mengelap. Setelah dilap, ada petugas khusus yang bertugas menetralisir energi jahat melanjutkan prosesi.

Caranya, pusaka yang sudah dibersihkan dan dilap itu dipanggang di atas bara api yuswa yang mengeluarkan asap wangi. Keris diurut-urut dan dipijat merata, dari pangkal ke ujung. Pada prosesi ini, petugas penjamas tersebut terlihat konsentrasi penuh dengan pekerjaannya. Setelah itu, pusaka  diserahkan pada petugas yang bertugas mengolesi minyak wangi pada pusaka yang sudah dijamas. Lalu pusaka di pajang di tempat yang sudah disediakan.

Wanto, salah satu penjamas mengatakan, jamasan pusaka adalah tradisi leluhur. Tujuannya untuk membersihkan pusaka agar tidak berkarat dan rusak. Memang ada ritual khusus untuk menjamas. Semua itu, kata dia, dia sebagai penghormatan atas benda pusaka warisan leluhur yang berusia ratusan tahun tersebut. Benda pusaka merupakan benda budaya yang harus dilestarikan.

‘’Menetralkan energi jahat tujuannya untuk mengembalikan benda pusaka itu pada titik saat benda tersebut dibuat. Karena kita tidak tahu digunakan apa saja benda pusaka itu oleh yang memegangnya dulu,’’ katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sulistiyadi yang hadir langsung di lokasi mengatakan, tradisi jamasan itu bisa menjadi ritual budaya yang menarik wisatawan. Saat ini, kegiatan itu masih mencari bentuk, karena baru digelar dua kali sejak tahun lalu.

‘’Bisa jadi kegiatan ini nanti menjadi agenda tahunan dan menjadi obyek wisata. Mungkin nanti bisa ditarik ke kabupaten atau bagaimana. Sebagai kegiatan budaya ini bagus, ke depan harus terus dikembangkan,’’ harapnya.

Selain jamasan, juga digelar diskusi tentang benda pusaka dan pentas tari. Benda-benda pusaka yang usai dijamas dikirab melewati beberapa jalan di desa setempat.[ono]

 

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more