21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |   19:00 . Truk Gandeng Terguling Timpa Pejalan Kaki Hingga Tewas   |   18:00 . Organisasi Pemuda di Kecamatan Rengel Kompak Bagi 1000 Takjil   |   16:00 . Polisi Berhasil Identifikasi Identitas Pelaku Pembobolan RSUD   |   13:00 . Lima BUMN Berbagi untuk Masyarakat Tuban   |   12:00 . Tim Verifikasi Madrasah Ramah Anak Tinjau MTsN 1   |   11:00 . Kabar Paracetamol Mengandung Virus Berbahaya Ternyata Hoax   |   10:00 . Prakiraan Cuaca 23-27 Mei, Diprediksi Gelombang Laut Capai 2.5 Meter   |   09:00 . Hari Ini Ada Bagi-bagi THR Rp39 Miliar di Tuban   |   08:00 . Kantor Disdukcapil Diusulkan Pindah, Ada Tiga Pilihan Lokasi   |   07:00 . Tips Berolahraga selama Ramadan   |   06:00 . Oleng, Muatan Kertas Jatuh Timpa Truk Logistik   |   20:00 . EMCL Umumkan 4 Konten Viral Jurnalis Tuban   |   19:00 . Begini Tanggapan Diskominfo Tuban Terkait Penggunaan Fitur VPN   |  
Sat, 25 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 16 September 2018 11:00

Jamasan Pusaka Masal di Kota Lama

Jamasan Pusaka Masal di Kota Lama

Repoter: Sri Wiyono

blokTuban.com – Paguyuban Pelestari Tosan Aji Megalamat Tuban menggelar ritual jamas (mencuci) benda-benda pusaka secara masal Minggu (16/9/2018). Bertempat di pendapa Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding atau dikenal dengan Kota Lama. Sebab, di tempat itulah konon keraton Kadipaten Tuban dulu berada.

Para pandemen atau penyuka wesi aji atau benda-benda pusaka hadir. Mereka membawa pusaka koleksinya untuk dijamas. Bulan Muharam atau Suro di penanggalan jawa memang waktu yang tepat untuk menjamas pusaka. Karena itu, ada ratusan benda pusaka yang harus dijamas oleh petugas khusus yang memakai pakaian putih. Pusaka itu merupakan koleksi para pandemen wesi aji yang sengaja datang.

Prosesi penjamasan pusaka diawali dengan syukuran berupa potong tumpeng. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan secara simbolis pusaka yang akan dijamas. Pusaka diserahkan petugas khusus pada perwakilan penjamas. Lalu dilanjutkan dengan prosesi penjamasan.

Penjamasan pusaka diawali dengan membersihkan pusaka dengan cairan khusus yang sudah dipersiapkan. Ada satu petugas yang khusus membersihkan pusaka ini. Kemudian, pusaka yang sudah dibersihkan diserahkan pada petugas yang bertugas mengelap. Setelah dilap, ada petugas khusus yang bertugas menetralisir energi jahat melanjutkan prosesi.

Caranya, pusaka yang sudah dibersihkan dan dilap itu dipanggang di atas bara api yuswa yang mengeluarkan asap wangi. Keris diurut-urut dan dipijat merata, dari pangkal ke ujung. Pada prosesi ini, petugas penjamas tersebut terlihat konsentrasi penuh dengan pekerjaannya. Setelah itu, pusaka  diserahkan pada petugas yang bertugas mengolesi minyak wangi pada pusaka yang sudah dijamas. Lalu pusaka di pajang di tempat yang sudah disediakan.

Wanto, salah satu penjamas mengatakan, jamasan pusaka adalah tradisi leluhur. Tujuannya untuk membersihkan pusaka agar tidak berkarat dan rusak. Memang ada ritual khusus untuk menjamas. Semua itu, kata dia, dia sebagai penghormatan atas benda pusaka warisan leluhur yang berusia ratusan tahun tersebut. Benda pusaka merupakan benda budaya yang harus dilestarikan.

‘’Menetralkan energi jahat tujuannya untuk mengembalikan benda pusaka itu pada titik saat benda tersebut dibuat. Karena kita tidak tahu digunakan apa saja benda pusaka itu oleh yang memegangnya dulu,’’ katanya.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Sulistiyadi yang hadir langsung di lokasi mengatakan, tradisi jamasan itu bisa menjadi ritual budaya yang menarik wisatawan. Saat ini, kegiatan itu masih mencari bentuk, karena baru digelar dua kali sejak tahun lalu.

‘’Bisa jadi kegiatan ini nanti menjadi agenda tahunan dan menjadi obyek wisata. Mungkin nanti bisa ditarik ke kabupaten atau bagaimana. Sebagai kegiatan budaya ini bagus, ke depan harus terus dikembangkan,’’ harapnya.

Selain jamasan, juga digelar diskusi tentang benda pusaka dan pentas tari. Benda-benda pusaka yang usai dijamas dikirab melewati beberapa jalan di desa setempat.[ono]

 

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more