19:00 . Sempat Menolak, Bruntas Pradoto Terima Mandat Jadi Ketua Pepadi   |   17:00 . PT Pertamina EP Asset 4 Field Cepu Resmikan Program CSR Bidang Pendidikan   |   16:00 . Setelah Lama Mati Suri, Hari Ini Pepadi Bangkit Kembali   |   15:00 . Sergab, Bulog Terima 70 Ton beras dari Petani   |   14:00 . Vendor Gathering, BPJS Sosialisasikan Program   |   13:00 . Bupati Fathul Huda Minta Pers Tetap Kritis   |   12:00 . Penjual Minuman Beralkohol di 3 Kecamatan Diminta Urus Ijin   |   10:00 . Duh...! Penjual Sate Simpan Arak Dalam Termos Nasi   |   09:00 . Turnamen Futsal Antar Instansi Meriahkan Puncak HPN PWI Tuban   |   08:00 . Pertamina EP Raih Best of The Best APQ Awards 2019   |   07:00 . Dua Alasan Kenapa Kita Suka Menunda-Nunda (dan Solusinya)   |   21:00 . Semen Indonesia Mulai Gelar Bimbingan Manasik Haji di Tuban   |   17:00 . Kodim 0811 Tuban Matangkan Persiapan Penutupan TMMD   |   16:00 . Hari Perdana UNBK, Siswa SMK Mengaku Grogi   |   15:00 . ULAR SANCA KEMBANG TERTANGKAP WARGA BANGILAN   |  
Wed, 27 March 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Thursday, 13 September 2018 12:00

SKK Migas Apresiasi Target Sukowati Field Capai 20.000 BOPD

SKK Migas Apresiasi Target Sukowati Field Capai 20.000 BOPD

Reporter: Parto Sasmito

blokTuban.com - Kepala Divisi Eksplorasi Skk Migas, Wahju Utomo dalam kunjungannya di lapangan PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field (13/9/2018), memberikan warna baru bagi para pekerja di lapangan Sukowati.

"Saya datang ke sini untuk memberi dukungan dan apresiasi kepada PT Pertamina EP, karena melihat tren produksi dari lapangan sukowati yang dioperatori oleh PT Pertamina EP sejak 20 Mei 2018 lalu, terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Dari awalnya 6.800 BOPD dalam tiga bulan saja teman-teman PT Pertamina EP bisa meningkatkan produksi hingga menembus 10.000 BOPD," ujar Wahju Utomo.

Lebih lanjut, Wahju menambahkan dengan potensi sub surface dan kemauan serta semangat dari tim PT Pertamina EP, SKK Migas berkeyakinan produksi sukowati masih bisa ditingkatkan.

"Dengan kondisi yang ada saat ini mulai dari kesiapan teknis dan sinergi antar fungsi di PT Pertamina EP Asset 4, maka kami meminta agar target produksi  Sukowati Field pada 2019 mencapai 20.000 BOPD," jelas Wahju.

Menanggapi arahan dari SKK Migas, Wit Mulya selaku VP Eksploitasi PT Pertamina EP menyampaikan, untuk target produksi 20.000 BOPD di Sukowati Field, PT Pertamina EP akan melihat potensi yang ada di sukowati untuk mengoptimalkan produksi dan mencapai target yang dicanangkan.

"Kami tentunya sangat senang dengan apresiasi dan dukungan dari SKK Migas dan pihak lainnya untuk kelangsungan produksi Sukowati Field. Terkait dengan target 20.000 BOPD kami akan pelajari lebih lanjut potensi sumur dan sub surface yang ada dan akan kami lakukan upaya terbaik untuk upaya peningkatan produksi tersebut," papar Wit Mulya.

Kondisi Sukowati Field saat ini, tambah Wit, total memiliki 36 Sumur dengan 29 Sumur Aktif, 02 Sumur Injeksi dan 05 Sumur Suspend. "Dalam waktu dekat prioritas kami selain memperbaiki Bonding Cement, akan mengaktifkan sumur-sumur Suspend agar bisa menambah produksi," tambah Wit.

Agus Amperianto, selaku Asset 4 General Manager juga menyampaikan, untuk menjawab tantangan target produksi Sukowati Field 20.000 BOPD, perlu ditingkatkan sinergi antar fungsi untuk bisa sama-sama menterjemahkan strategi bisnis ini dalam implementasi di lapangan. Fokus pada 5 prioritas konsolidasi yaitu:
 
1. Metode eksploitasi yang sesuai
2. System mata rantai supply pemenuhan barang & jasa
3. Kesiapan sumber daya manusia/SDM
4. Pemenuhan pada aspek perundangan danketentuan/compliance.
5. Pemerhatian pada upaya-upaya sinergis dan berkesinambungan terhadap upaya pemberdayaan lingkungan dan masyarakat.

Per 13 September 2018, kinerja Produksi PT Pertamina EP Asset 4 mencapai 17.328 BOPD atau 123% di atas target 14.032 BOPD. Capaian produksi tersebut didapatkan dengan penyumbang terbesar dari Sukowati Field yaitu 9.365 BOPD.

Selain sinergi antar fungsi, lanjut Agus, kehandalan fasilitas pendukung dan dukungan sosial dari masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi sangat penting untuk mendukung tercapainya target 20.000 BOPD ini.

"Karena apabila secara potensi sumur ada namun fasilitas pendukung dan kondisi sosial masyarakat sekitar kurang siap, maka akan mustahil untuk tercapai. Maka dari itu semua pihak harus sinergi dengan baik dan menterjemahkan strategi yang tepat untuk memenuhi target tersebut," tegas Agus.

Senada dengan yang disampaikan PT Pertamina EP terkait penanganan sosial, SKK Migas juga mengimbau terkait kondisi sosial, harus bersinergi dan membina hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

"Karena kita beroperasi dan bekerja di tengah masyarakat. Bila kita tidak membina hubungan baik pasti dampaknya berpengaruh kepada operasi. Kami harapkan momentum peningkatan produksi dan pembinaan hubungan baik dengan masyarakat yang bagus ini agar dijaga sehingga target 20.000 BOPD bisa tercapai," himbau Wahju. [ito/rom]

Tag : pertamina ep, pertamina field sukowati

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 04 March 2019 08:00

    Pondok Literasi

    Pondok Literasi Saat ini lagi gencar-gencarnya gerakan litersai. Di mana-mana ada komunitas baca, tadarus puisi dan dan bedah buku, yang arahnya untuk menumbuhkan cinta membaca. Baru sebagian kecil kegiatan di Kabupaten...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more