15:00 . Diduga Ledakan Tabung LPG, 2 Rumah di Prambontergayang Ludes Terbakar   |   14:00 . Pengrajin Blangkon dari Tepi Bengawan Solo   |   13:00 . Pasca Bencana, BPBD Kaji Cepat Banjir dan Longsor Waleran   |   12:00 . Begini Pesan Wabup Saat Hadiri Tasyakuran HPN   |   11:00 . Otodidak, dari MC Hingga Jadi Perajin Blangkon   |   10:00 . Kebakaran di Bangilan Ludeskan 5 Rumah   |   09:00 . Banjir dan Longsor Terjang Tuban   |   08:00 . Diskoperindag-Baznaz Berikan Pinjaman tanpa Bunga   |   07:00 . Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan   |   21:00 . Pedagang Pasar Datangi Diskoperindag Wadul Kondisi Pasar   |   20:00 . Perakitan Kotak Suara di KPU Tuban Hampir Usai   |   18:00 . Baru 728.805 Jiwa tang Terdaftar JKN di Tuban   |   17:00 . Akibat Hujan Deras Kawasan Waleran Dilanda Banjir dan Longsor   |   16:00 . Gotong Royong Warga Semanding Benahi Tanggul   |   15:00 . Warga Temaji Keluhkan Bau Asap Batu Bara   |  
Wed, 20 February 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 11 September 2018 14:00

Gudir Jajanan Tradisional yang Masih Bertahan di Tuban

Gudir Jajanan Tradisional yang Masih Bertahan di Tuban

Repoter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Di zaman modern sperti sekarang ini memang banyak jajanan tradisional yang sudah mulai dilupakan, dan terganti dengan jajanan yang tengah hit saat ini, namun di Kabupaten Tuban masih ada pedagang yang bertahan berjualan jajanan tradisional ini.

Winarto (48) salah satu pedagang jajanan tradisional gudir yang berbahan baku agar-agar rumput laut. Jajanan ini sempat ngehit pada tahun 90-an dan pasti banyak ditemui di sekolah-sekolah, kususnya SD. Namun jajan gurdir saat ini sudah jarang ditemui.

Winarto mengungkapkan, mengapa hingga saat ini ia masih bertahan berjualan jajanan tradisional. "Ditelateni aja mau jualan yang lain juga susah butuh modal dan juga harus merintis lagi. Selain itu jajanan ini kan sudah jarang ada yang jualan jadi gak ada saingannya, saya berjualan kurang lebih sudah 16 tahun," ungkap Winarto.

Beliau merupakan warga asli Desa Merutuk Kecamatan Widang, namun saat ini tinggal di Desa Ngemplak Kecamatan Sidoarjo. Dalam kesehariannya ia menjajakan jualannya dengan berjalan kaki dari sekolah satu ke sekolah lain. Terkadang sampai ke desa Karangsari.

Jajan ini beliau jual dengan harga sangat terjangkau, yaitu Rp500 per bijinya. Setiap hari ia mendapatkan untung bersih sekitar Rp70 hingga Rp80 ribu.

"Alhamdulillah keuntungan bersih setiap hari masih cukup untuk menyambung hidup. Kalau ada acara ramai seperti ada tontonan ya bisa sampai Rp100 ribu," ungkapnya. [nid/rom]

Tag : gudir, jajanan, tradisional

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more