09:00 . PT IKSG Kembali Didemo, Ini Sebabnya...   |   08:00 . Polisi Ungkap Korban Kecelakaan Maut di Jatirogo   |   07:00 . 5 Cara Menghilangkan "Holiday Blues", Rasa Sedih Saat Liburan   |   00:00 . Truk Rokok Hantam L 300, Dua Orang Meninggal Dunia   |   21:00 . Sinergi Antar Field, Sahabat Pertamina Kunjungi Cepu Field   |   20:00 . Peralihan Musim, DPP Tuban Minta Peternak Waspadai Penyakit BEF Pada Sapi   |   19:00 . Ditarget Usai Tahun Ini, Pekerja Proyek Drainase Lembur   |   18:00 . Dana Belum Cair, TPT Desa Ini Tetap Digarap   |   17:00 . Enthung Jati Punya Kandungan Protein Tinggi   |   16:00 . Terduga Pelaku Warga Socorejo, Kades: Kami Dampingi Proses Hukum   |   15:00 . Pemuda Asal Grabagan Meninggal Dunia di Gresik, Ini Kronologinya   |   13:37 . Prodi Ilmu Komunikasi Unirow Terakreditasi B   |   13:00 . Pembangunan Stadion Bumi Wali Molor   |   12:00 . Berburu Entung Jati   |   11:00 . Puluhan Warga Semanding Buru 'Enthung' Untuk Dimasak   |  
Tue, 11 December 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Tuesday, 11 September 2018 14:00

Gudir Jajanan Tradisional yang Masih Bertahan di Tuban

Gudir Jajanan Tradisional yang Masih Bertahan di Tuban

Repoter: Nidya Marfis H.

blokTuban.com - Di zaman modern sperti sekarang ini memang banyak jajanan tradisional yang sudah mulai dilupakan, dan terganti dengan jajanan yang tengah hit saat ini, namun di Kabupaten Tuban masih ada pedagang yang bertahan berjualan jajanan tradisional ini.

Winarto (48) salah satu pedagang jajanan tradisional gudir yang berbahan baku agar-agar rumput laut. Jajanan ini sempat ngehit pada tahun 90-an dan pasti banyak ditemui di sekolah-sekolah, kususnya SD. Namun jajan gurdir saat ini sudah jarang ditemui.

Winarto mengungkapkan, mengapa hingga saat ini ia masih bertahan berjualan jajanan tradisional. "Ditelateni aja mau jualan yang lain juga susah butuh modal dan juga harus merintis lagi. Selain itu jajanan ini kan sudah jarang ada yang jualan jadi gak ada saingannya, saya berjualan kurang lebih sudah 16 tahun," ungkap Winarto.

Beliau merupakan warga asli Desa Merutuk Kecamatan Widang, namun saat ini tinggal di Desa Ngemplak Kecamatan Sidoarjo. Dalam kesehariannya ia menjajakan jualannya dengan berjalan kaki dari sekolah satu ke sekolah lain. Terkadang sampai ke desa Karangsari.

Jajan ini beliau jual dengan harga sangat terjangkau, yaitu Rp500 per bijinya. Setiap hari ia mendapatkan untung bersih sekitar Rp70 hingga Rp80 ribu.

"Alhamdulillah keuntungan bersih setiap hari masih cukup untuk menyambung hidup. Kalau ada acara ramai seperti ada tontonan ya bisa sampai Rp100 ribu," ungkapnya. [nid/rom]

Tag : gudir, jajanan, tradisional

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more