09:00 . PT IKSG Kembali Didemo, Ini Sebabnya...   |   08:00 . Polisi Ungkap Korban Kecelakaan Maut di Jatirogo   |   07:00 . 5 Cara Menghilangkan "Holiday Blues", Rasa Sedih Saat Liburan   |   00:00 . Truk Rokok Hantam L 300, Dua Orang Meninggal Dunia   |   21:00 . Sinergi Antar Field, Sahabat Pertamina Kunjungi Cepu Field   |   20:00 . Peralihan Musim, DPP Tuban Minta Peternak Waspadai Penyakit BEF Pada Sapi   |   19:00 . Ditarget Usai Tahun Ini, Pekerja Proyek Drainase Lembur   |   18:00 . Dana Belum Cair, TPT Desa Ini Tetap Digarap   |   17:00 . Enthung Jati Punya Kandungan Protein Tinggi   |   16:00 . Terduga Pelaku Warga Socorejo, Kades: Kami Dampingi Proses Hukum   |   15:00 . Pemuda Asal Grabagan Meninggal Dunia di Gresik, Ini Kronologinya   |   13:37 . Prodi Ilmu Komunikasi Unirow Terakreditasi B   |   13:00 . Pembangunan Stadion Bumi Wali Molor   |   12:00 . Berburu Entung Jati   |   11:00 . Puluhan Warga Semanding Buru 'Enthung' Untuk Dimasak   |  
Tue, 11 December 2018
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 09 September 2018 11:00

Disuplai Sumberan Ngerong, Kebun Mawar Gununganyar Tetap Mekar

Disuplai Sumberan Ngerong, Kebun Mawar Gununganyar Tetap Mekar

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Musim kemarau banyak dikeluhkan sebagian besar warga yang memiliki berbagai jenis tanaman. Sebab, seiring berjalannya kemarau, air-air pada sumur sumberan warga semakin susut berkurang, bahkan mati tak keluar.

Namun begitu, beberapa wilayah yang berada pada zona sumber air nan melimpah yang terkandung dalam sebuah Sendang, tengah memanfaatkan betul adanya berkah dari Yang Maha Kuasa tersebut.

Di Desa Gununganyar Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, selain terkenal dengan potensi sumber air dari Sendang Ngerong di Kecamatan Rengel, warga setempat juga memfungsikan alirannya untuk kebun mawar, dimana menjadi mata pencaharian pokok selain sektor pertanian padi.

"Suplai untuk perawatan kebun mawar ini ya dari Sendang Ngerong," ujar warga setempat, Darban kepada blokTuban.com, Minggu (9/9/2018).

Menurutnya, jika hanya nengandalkan sumber asli sumur-sumur yang dimiliki warga tiap rumah, maka tak bisa memenuhi kebutuhan tumbuh kembang Mawar.

"Kalau gak begitu, mawar di kebun-kebun desa sini ya bisa mati. Kita gak bisa kerja. Soalnya selain padi, kita setiap hari mengandalkan panenan kebun mawar," pungkasnya. [feb/rom]

Tag : kebun mawar, ngerong

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Wednesday, 14 November 2018 15:00

    Pelatihan Menulis Bersama EMCL dan Tempo Institute

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik

    Tulisan Tiga Wartawan Bojonegoro Terbaik Selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (12-14/11/2018), awak media dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Blora mengikuti pelatihan menulis feature/story telling dan digital marketing di Disaster Oasis, KM 21,5, Sleman,...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more