21:00 . Kemenag Tuban Peringati Nuzulul Quran   |   20:00 . Tahun 2020, Jembatan Rengel-Kanor Dibangun   |   19:00 . Truk Gandeng Terguling Timpa Pejalan Kaki Hingga Tewas   |   18:00 . Organisasi Pemuda di Kecamatan Rengel Kompak Bagi 1000 Takjil   |   16:00 . Polisi Berhasil Identifikasi Identitas Pelaku Pembobolan RSUD   |   13:00 . Lima BUMN Berbagi untuk Masyarakat Tuban   |   12:00 . Tim Verifikasi Madrasah Ramah Anak Tinjau MTsN 1   |   11:00 . Kabar Paracetamol Mengandung Virus Berbahaya Ternyata Hoax   |   10:00 . Prakiraan Cuaca 23-27 Mei, Diprediksi Gelombang Laut Capai 2.5 Meter   |   09:00 . Hari Ini Ada Bagi-bagi THR Rp39 Miliar di Tuban   |   08:00 . Kantor Disdukcapil Diusulkan Pindah, Ada Tiga Pilihan Lokasi   |   07:00 . Tips Berolahraga selama Ramadan   |   06:00 . Oleng, Muatan Kertas Jatuh Timpa Truk Logistik   |   20:00 . EMCL Umumkan 4 Konten Viral Jurnalis Tuban   |   19:00 . Begini Tanggapan Diskominfo Tuban Terkait Penggunaan Fitur VPN   |  
Sat, 25 May 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 09 September 2018 11:00

Disuplai Sumberan Ngerong, Kebun Mawar Gununganyar Tetap Mekar

Disuplai Sumberan Ngerong, Kebun Mawar Gununganyar Tetap Mekar

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Musim kemarau banyak dikeluhkan sebagian besar warga yang memiliki berbagai jenis tanaman. Sebab, seiring berjalannya kemarau, air-air pada sumur sumberan warga semakin susut berkurang, bahkan mati tak keluar.

Namun begitu, beberapa wilayah yang berada pada zona sumber air nan melimpah yang terkandung dalam sebuah Sendang, tengah memanfaatkan betul adanya berkah dari Yang Maha Kuasa tersebut.

Di Desa Gununganyar Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, selain terkenal dengan potensi sumber air dari Sendang Ngerong di Kecamatan Rengel, warga setempat juga memfungsikan alirannya untuk kebun mawar, dimana menjadi mata pencaharian pokok selain sektor pertanian padi.

"Suplai untuk perawatan kebun mawar ini ya dari Sendang Ngerong," ujar warga setempat, Darban kepada blokTuban.com, Minggu (9/9/2018).

Menurutnya, jika hanya nengandalkan sumber asli sumur-sumur yang dimiliki warga tiap rumah, maka tak bisa memenuhi kebutuhan tumbuh kembang Mawar.

"Kalau gak begitu, mawar di kebun-kebun desa sini ya bisa mati. Kita gak bisa kerja. Soalnya selain padi, kita setiap hari mengandalkan panenan kebun mawar," pungkasnya. [feb/rom]

Tag : kebun mawar, ngerong

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more