BNNK Tuban Larang Keras Konsumsi Jamur Kotoran Sapi

Reporter: Mochamad Nur Rofiq

blokTuban.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) telah memeriksa kandungan keripik jamur bermerk 'Snack Good' yang sempat beredar di kawasan Bandung, Jawa Barat. Dari hasil uji laboratorium, BNN menemukan sejumlah zat halusinogen yang efeknya mirip dengan narkoba.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban, AKBP I Made Arjana, masyrakat Tuban agar tidak sesekali mengkonsumsi keripik jamur tersebut. Sebab, menurutnya jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan halusinasi.

"Sedapat mungkin untuk tidak mengkomsumsi keripik dari jamur tersebut, maupun mengkomsumsi jamur langsung dari kotoran sapi, kotoran-kotoran binatang lain, atau jamur liar dilapangan serta di balik rumput dan sebagainya," ujar Arjana kepada blokTuban.com, Kamis (6/9/2018).

Efek halusinasi dari jamur tersebut, lanjut Arjan, seseorang akan merasa seperti jadi supermen. Bahkan jika sudah parah, mereka bisa terjun dari jendela.

"Efek terendah adalah pusing kepala, karena zat Psilosin yang terdapat secara alami dalam jamur tersebut," ucapnya menambahkan.

Ditegaskan Arjana, pihak BNNK Tuban juga akan segera melakukan koordinasi dengan instansi lintas sektoral untuk menyebarkan info ini. Sehingga masyarakat tidak coba-coba mengkonsumsi makanan berbahaya tersebut.

"Karena Psilosin sudah termasuk Narkotika golongan 1, apabila disalahgunakan dapat diancam hukuman sesuai dengan undang-undang Narkotika no 35 tahun 2009," pungkasnya.

Sedikit diketahui, produsen produk makanan ini telah diringkus penyidik Direktorat Narkoba Bareskrim Polri pada 22 Oktober 2017 lalu. Keripik jamur tersebut dijual secara online seharga Rp 95 ribu, dengan lokasi penjualan meliputi kawasan Bandung, Jakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Bali. [rof/ito]