12:00 . Dihadiri Gubernur Jatim, Wabup Minta Paralayang Tuban Bersolek Batik Gedog   |   09:00 . Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengroyokan di Konser Adella   |   08:00 . Digrebek, Orang Ini Ternak Lele Sambil Bikin Miras   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |   23:00 . Intip Personil blokMedia Group   |   18:00 . Malam Ini Puncak Maha Karya Cinta 8 Tahun blokBojonegoro   |   17:00 . Diketahui, Ini Identitas Korban Kecelakaan di Parengan   |   15:00 . 133 Anak Ikuti Khitanan Massal Haul Syech Maulana Ibrahim   |   14:00 . BPBD Tuban Kroscek Lokasi Retakan Sekitar PHE   |   11:00 . Hendak Sebrang Jalan, Mr X Tewas Dihantam Inova   |   10:00 . Klasemen Sementara, Persatu Peringkat 10   |   09:00 . 19 Kilometer Jalan Lingkar Tuban Digarap 3 Kontraktor   |   08:00 . Muncul Retakan di Jegulo, Warga Pindah Sementara   |   07:00 . Lebih Baik Mana, Membiarkan Anak Main di Dalam atau Luar Rumah?   |   19:00 . Live Streaming Haul Syeh Maulana Ibrohim Asmoro Qondhi   |  
Tue, 25 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Wednesday, 08 August 2018 15:00

Pemdes Ngrejeng Optimalkan Potensi Wisata Religi Daerah

Pemdes Ngrejeng Optimalkan Potensi Wisata Religi Daerah

Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Tak mau tertinggal dengan wilayah lain yang terus mengembangkan potensi lokal, Pemerintah Desa (Pemdes) Ngrejeng, kecamatan Grabagan ‎terus menggebut pembangunan desa.

Lewat potensi gunung Rengit yang juga bersemayam makam tokoh penyiar agama Islam Syekh Shodiqo, segenap warga masyarakat beserta pemdes setempat secara bertahap mengembangkan salah satu titik tertinggi Kabupaten Tuban itu.

"Sementara baru pengembangan saja. Kita buat konsep kekinian, yang cocok untuk anak muda dan umum supaya nyaman," terang Kepala Desa (Kades) Ngrejeng, Bahrul Ulum kepada blokTuban.com, Rabu (8/8/2018).

Lebih lanjut, Kades menambahkan, sementara pada tahun 2018 wilayah puncak di Ngrejeng tersebut hanya dilakukan pemerataan lahan. Jauh sebelumnya, kontur tanah pada perbukitan kapur wilayah itu memiliki keadaan yang curam yang kurang rata.

Akses jalan menuju makam pun hanya sebatas 4 meter dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua ke puncak. Sementara, kendaraan roda empat harus parkir di dekat rumah-rumah warga saat acara haul ataupun perayaan sedekah bumi.

Di samping pemerataan halaman bukit Rengit, sejumlah sisi bangunan, seperti anak tangga menuju makam beserta tembok yang mengitari bangunan puncak diberikan sentuhan warna cerah berkonsep shufle fun colour mengikuti tren masa kini.

Material pasir,batu koral, dan besi rakitan masih berserakan di depan halaman wisata alam berbasis religi itu. Bagian tembok di sisi barat dibuat semi lepas pemandangan alam. Hal itu sebagai upaya demi memaksimalkan potensi wisata lokal yang dimiliki desa.

"Saat ini sedang buat tempat ‎untuk istirahat pengunjung, buat santai lah. Kalau sudah jadi benar, bisa buat spot foto dan refreshing masyarakat umum di puncak sini," pungkasnya yang saat itu sedang berada dilokasi gunung Rengit. [feb/col]

 

Tag : pemdes, wisata, religi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more