12:00 . Dihadiri Gubernur Jatim, Wabup Minta Paralayang Tuban Bersolek Batik Gedog   |   09:00 . Polisi Tangkap Satu Pelaku Pengroyokan di Konser Adella   |   08:00 . Digrebek, Orang Ini Ternak Lele Sambil Bikin Miras   |   07:00 . 8 Cara Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan untuk Anak   |   23:00 . Intip Personil blokMedia Group   |   18:00 . Malam Ini Puncak Maha Karya Cinta 8 Tahun blokBojonegoro   |   17:00 . Diketahui, Ini Identitas Korban Kecelakaan di Parengan   |   15:00 . 133 Anak Ikuti Khitanan Massal Haul Syech Maulana Ibrahim   |   14:00 . BPBD Tuban Kroscek Lokasi Retakan Sekitar PHE   |   11:00 . Hendak Sebrang Jalan, Mr X Tewas Dihantam Inova   |   10:00 . Klasemen Sementara, Persatu Peringkat 10   |   09:00 . 19 Kilometer Jalan Lingkar Tuban Digarap 3 Kontraktor   |   08:00 . Muncul Retakan di Jegulo, Warga Pindah Sementara   |   07:00 . Lebih Baik Mana, Membiarkan Anak Main di Dalam atau Luar Rumah?   |   19:00 . Live Streaming Haul Syeh Maulana Ibrohim Asmoro Qondhi   |  
Tue, 25 June 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Monday, 23 July 2018 08:00

Gratis Masuk Kebun, Omzet Kebun Jeruk Capai Rp7 Juta per Hari

Gratis Masuk Kebun, Omzet Kebun Jeruk Capai Rp7 Juta per Hari

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Meski dibuka untuk umum dengan biaya masuk digratiskan, pelaku pengembangan kebun wisata petik buah jeruk di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban mengaku masih bisa mendapatkan omzet dari penjualan jeruk hingga Rp7 Juta dalam sehari.

Hal itu diungkapkan pemilik kebun jeruk, Sulistyowati saat di kebun, menurutnya bagi para pengunjung yang datang lalu memetik buah jeruk dan hendak membawanya pulang. Pengunjung diharuskan menimbang jeruknya terlebih dahulu, lalu membayarnya dengan harga Rp10.000 per kilogram.

"Biaya masuk kebun saat ini digratiskan dan alhamdulillah dalam sehari omzet bisa sampai tujuh juta dalam sehari," ujar pemilik kebun Sulistiyowati (47) kepada blokTuban.com saat berada di kebun.

Perempuan yang juga Sarjana Pertanian itu menceritakan, ide pengembangan wisata petik buah jeruk muncul saat kebun seluas kurang lebih satu hektar ini awalnya dipenuhi tanaman kelapa, namun dari tahun ke tahun pohon kelapa mati karena di makan hama. Selanjutnya ditanami padi, tapi hasilnya kurang maksimal sehingga lima tahun yang lalu diganti dengan tanaman jeruk.

Lebih lanjut, untuk tanaman buah jeruk sendiri ia memilih tanaman jeruk jenis Siam dari Kabupaten Jember yang tidak terlalu rumit dalam perawatanya. "Untuk perawatan tidak begitu sulit, hanya saja rutin menjaga air, serta melakukan penyemprotan," tambahnya.

Diawal bukanya ini ia memperkirakan terdapat lebih dari 400 orang pengunjung yang datang dari berbagai wilayah di Tuban, bahkan hingga luar kota. Belum lagi nanti sore yang diperkirakan pengunjung kebun yang memiliki sebanyak 1000 pohon jeruk ini akan semakin ramai.

Sementara itu, salah satu pengunjung dari Labupatrn Gresik, Muadi (52) mengaku, ini baru yang pertama kalinya jauh-jauh datang ke Tuban bersama keluarga. Karena bertepatan sekeluarga libur semua, sehingga datang untuk merasakan berlibur sambil memetik buah jeruk.

"Wisata semacam ini sangat menarik serta cocok untuk mengisi hari libur," ujar Muadi.[hud/ito]

Tag : kebun, buah, jeruk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Sunday, 21 April 2019 08:00

    Warisan Sejarah di Bumi Wali

    Warisan Sejarah di Bumi Wali Di Tuban banyak sekali wahana wisata yang memang sudah menjadi tujuan para wisatwan domestik maupun non domestik. Namun, sebenarnya bagaimana sih sejarah wisata yang ada di ujung barat Provinsi Jawa...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 09 February 2019 13:00

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp

    Waspada Modus Penipuan Rekrutmen Holcim di WhatsApp Sehubungan dengan maraknya kembali modus penipuan rekrutmen Holcim yang beredar lewat akun media sosial WhatsApp, masyarakat di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan sekitarnya diminta waspada. Semua pihak harus lebih hati-hati,...

    read more