18:00 . Polres Amankan Terduga Pelaku Curanmor 19 Kali dengan Timah Panas   |   16:00 . Diskoperindag Akan Kroscek Keluhan Terkait Petugas Jaga Pasar   |   13:00 . Dinsos P3A Prioritaskan Berdayakan Disabilitas dengan Keahlian   |   12:00 . 2018, Angka Disabilitas Meningkat   |   11:00 . Nikmati Kontur Lembut Daging Rajungan di Sumberagung   |   10:00 . Fresh dan Kekinian, Begini Ikon Baru Bulurejo   |   09:00 . Januari, RSUD dr. Koesma Tuban Tangani 35 Pasien DB   |   08:00 . Catat....! Ini Tahapan Pilkades Serentak 2019 di Tuban   |   07:00 . Langkah Sederhana untuk Hidup Lebih Sehat   |   18:00 . 2018, Pelanggaran Disiplin PNS Menurun   |   17:00 . Campus Fast Solusi Kenalkan Perguruan Tinggi ke Siswa   |   16:00 . 2018 Realisasi Pendapatan Parkir Berlangganan Lebihi Target   |   15:00 . Wabup Tekankan Pengurangan Risiko Bencana   |   14:00 . Bantu Siswa Pilih Kampus, MGBK Adakan Camp Fast   |   13:00 . Ingin Buat Road Map, Wabup Kujungi Tempat Wisata Bumi Wali   |  
Sat, 19 January 2019
Jl. Sunan kalijogo Gang Latsari 1 No. 26 Tuban, Email: bloktuban@gmail.com

Sunday, 18 March 2018 14:00

Bangilan Tuban, Kota Kelahiran Abah Hasyim Muzadi

Oleh: Joyojuwoto*

blokTuban.com - Bangilan adalah sebuah kota kecamatan yang berada di Kabupaten Tuban.  Mungkin tidak semua orang mengenal dan tahu kota di mana Abah Hasyim Muzadi, seorang tokoh nasional bahkan internasional dilahirkan. Bangilan memang dalam percaturan politik dikancah Nasional tidak begitu penting, sehingga wajar jika jarang yang mengetahuinya. Terlebih lagi Abah Hasyim Muzadi mengawali kariernya bukan dari kota Bangilan, namun dari Jalan Cengger Ayam, Malang Jawa Timur.

Walau demikian, sebenarnya kota kecil di bagian barat daya Tuban ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Bangilan dan Senori sejak zaman dahulu sudah sangat masyhur, menjadi kota santri dan kotanya para alim ulama. Dari kota ini banyak terlahir tokoh masyarakat, ulama, dan orang-orang yang berjasa bagi peradaban umat manusia. Dahulu memang penyebutan antara Senori dan Bangilan menjadi satu, walau pada dasarnya dua nama itu adalah dua tempat yang berbeda, namun secara kultur adalah sama.

Sebut saja ada Mbah Abu Fadhol As-Senory-Al Bangilani, seorang ulama yang memiliki banyak karya tulis berbahasa arab, walau beliau hanya mondok pada KH. Hasyim Asy’ari selama tujuh bulan. Konon karya Mbah Abu Fadhol ini dijadikan rujukan di daerah timur tengah . Ada pula KH. Misbah Zainil Mustofa, seorang ulama pendiri pondok pesantren Al Balagh yang juga seorang penulis kitab yang produktif. Karya-karya Mbah Misbah sapaan beliau, menjadi rujukan hampir disebagian besar wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah

Selain dua nama ulama ternama di atas, masih banyak ulama-ulama hebat yang pernah tinggal mendiami bumi Bangilan. Seperti Mbah Muchit Muzadi, KH. Abd. Moehaimin Tamam, Pendiri pondok pesantren ASSALAM Bangilan, KH. Uzair Zawawi, KH. Gus Nafis Misbah, Gus Badi' Misbah, KH. Shonhadji Nasir, Bu Nyai Hanifah Muzadi, KH. Hasyim Muzadi, dan beberapa kiai-kiai lainnya.

Selain menjadi rumah bagi para kiai, Bangilan-Senori zaman dahulu juga pernah menjadi basis organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Bahkan sebelum PCNU ada di kota Tuban, PCNU lebih dulu berdiri di Bangilan- Senori sekitar tahun 1949, perkembangan NU di wilayah Tuban bagian selatan tidak terlepas dari jasa KH. Nur Salim, alumni pesantren Tebuireng. Sedang NU di Tuban pertama kali berdiri di Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu tahun 1935. Tidak heran jika ada guyonan masyarakat yang mengatakan bahwa Jenu itu berasal dari kata JElas NU.

Secara historis, ternyata Bangilan memiliki peran penting bagi perkembangan organisasi Nahdlatul Ulama yang ada di Kota Tuban, oleh karena itu tidak mengherankan jika saat itu kakak dari Abah Hasyim Muzadi, yaitu Mbah Muchit Muzadi ikut mengenalkan Hasyim Muzadi kepada tokoh-tokoh NU, sehingga hal ini menjadi bekal bagi kepemimpinan dari Abah Hasyim Muzadi kelak saat beliau menjadi pimpinan di organisasi terbesar yang ada di tanah air ini.

Dari kota kecil Bangilan inilah, Abah Hasyim Muzadi terlahir, kemudian beliau secara bertahap  dari nol, dari bawah berjuang dengan keras dan akhirnya menjadi tokoh yang berkiprah dan diperhitungkan oleh dunia internasional. Semoga jasa-jasa beliau mendapatkan balasan yang kebaikan dari Allah SWT, dan semoga kehidupan beliau menginspirasi kita semua, khususnya masyarakat Bangilan. Aamiin. [lis]

*Pengirim adalah bloger sekaligus pegiat literasi Komunitas Kali Kening (K3)

 

Tag : bangilan, kota

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokTuban TV

Redaksi

  • Thursday, 03 January 2019 16:00

    Raker BMG 2019

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT

    GM Bacakan SK, Inilah Leader Baru di Redaksi bB dan bT Dalam rangka menjalankan roda perusahaan di bawah naungan Blok Media Grup (BMG) dengan semangat mengawali tahun 2019 ini, ada penyegaran yang dilakukan pada anak-anak perusahaan BMG, termasuk dalam redaksi blokBojonegoro.com...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Saturday, 10 November 2018 10:00

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban

    Pengumuman: Seleksi dan Rekrutmen P2KTD PID Tuban Sehubungan dengan pelaksanaan Tahapan Program Inovasi Desa (PID) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Tuban, maka Tim Inovasi Kabupaten (TIK) PID membuka seleksi dan rekrutmen Pengelola Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa...

    read more