Reporter: M. Anang Febri

blokTuban.com - Harga jagung kering yang dijual petani jagung ke pasaran ataupun kepada pengepul semakin menurun. Hal tersebut mengakibatkan sebagian besar petani jagung di Desa Jati, Kecamatan Soko mengeluh.

Dari data lapangan yang dikumpulkan blokTuban.com menyebutkan, harga jagung kering pada awal tahun 2018 ini terbilang rendah. Dengan harga variatif, antar Rp 3000/Kg hingga Rp 3600/Kg saja yang paling tinggi. Harga tersebut jelas berbeda pada tahun 2017 lalu, yang mencapai angka Rp 5000/Kg.

"Kalau harganya disini rata semua Rp 3100 per Kilo garamnya, bahkan ada yang cuma Rp 3000 saja per Kilo," ungkap petani jagung setempat, Kasuri kepada blokTuban.com, Sabtu (3/2/2018).

Selain harga jual yang terus menurun dari sebelumnya, masalah lain yang dikeluhkan petani setempat adalah soal perawatan tanaman yang kurang maksimal.

"Petani jagung sini semua pakai benih 212, dan hasilnya lumayan bagus. Tapi masalahnya ya itu, penyakit 'Putihen' dan air hujan yang kurang jadi masalah lainnya. Tanaman disini hanya mengandalkan air hujan," imbuhnya.

Terpisah, petani jagung di Desa Maibit, Kecamatan Rengel juga merasakan hal yang sama. Bedanya, harga jagung kering di desa tersebut berkisar antara Rp 3400 sampai Rp 3600 per Kilo garamnya.

"Tak apa harganya makin rendah. Dimaklumi saja, lagi pula bisa panen begini saja sudah bersyukur kok," kata Mak Mi, petani jagung Desa Maibit. [feb/ito]