Di Kerek, Ada Kesenian Wayang Krucil yang Masih Eksis

Reporter: Khoirul Huda

blokTuban.com - Kesenian Wayang Krucil (wayang terbuat dari kayu) merupakan salah satu kesenian warisan leluhur di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban.

Di zaman modern ini wayang warisan leluhur tersebut masih eksis di tengah-tengah kesibukan masyarakat dengan gadget dan teknologi yang semakin canggih.

Kondisi itu nampak di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Pada bulan-bulan tertentu atau bulan baik menurut hitungan jawa, masyarakat kerek masih banyak yang mementaskan kesenian tersebut, guna sebagai pengiring prosesi ruwatan.

Meski pertunjukkan wayang krucil tidak semeriah pertunjukan wayang kulit, namun masyarakat kerek banyak yang mengaku terhibur dengan lakon dalam pertunjukan wayang yang dibawakan oleh dalang tersebut.

Salah satu anggota paguyuban wayang krucil, Khusnan mengaku, pertunjukkan wayang krucil semakin banyak digemari oleh masyarakat, terbukti pada bulan-bulan tertentu ia bisa tanggapan atau pentas hingga 15 sampai 24 kali dalam satu bulan.

"Terkadang di bulan-bulan baik menurut hitungan jawa, dalam sebulan bisa pentas hingga 24 kali," kata penabuh gendang tersebut, Sabtu (11/3/2017).

Khusnan menambahkan, wayang krucil yang beranggotakan sembilan orang ini memang pentas khusus untuk Ruatan (Tradisi Jawa) saat bulan-bulan tertentu, pentas dilakoni hingga di luar Kecamatan Kerek.

"Tanggapan bukan hanya wilayah kerek namun juga luar kecamatan, seperti Kecamatan Montong dan Kecamatan Merakurak," tambahnya.

Sementara itu, penabuh Demung, Jiman (52) mengaku Kesenian Wayang Krucil dari Desa Wolutengah ini merupakan kesenian wayang krucil paling tua di Kecamatan Kerek, sehingga banyak yang mengundang saat prosesi ruwatan.

"Di desa-desa lain juga ada kesenian wayang krucil, namun wayang krucil dari Wolutengah ini sudah turun-temurun," pungkasnya. [hud/rom]