Produsen Kuali Masih Bertahan Hingga Sekarang

Reporter: Moch. Sudarsono

blokTuban.com - Usaha pembuatan kuali yang ditekuni oleh keluarga Broto yang merupakan warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban Kota kini masih tetap bertahan. Di tengah kemajuan zaman dengan banyaknya inovasi produk-produk dapur modern tak membuat Broto untuk berhenti memproduksi kuali.

"Usaha kuali ini merupakan peninggalan keluarga yang turun temurun, sudah berpuluh-puluh tahun," terang Broto mengawali perbincangan.

Broto menjelaskan, bahwa bahan pembuatan kuali miliknya terbuat dari campuran tanah liat dan pasir. "Tanah liat dan pasir dicampur dan dibentuk, setelah itu dikeringkan dan selanjutnya dilakukan pembakaran agar kualinya berkualitas," jelasnya..

Selanjutnya pria yang merupakan suami dari Somi itu engungkapkan, bahwa kuali hasil produksinya biasanya dikirim ke Bawean, Gresik walaupun pengirimannya tidak rutin. "Kalau dulu malah hingga Blora Jawa tengah, tapi sekarang sudah tidak. Biasanya setiap pengiriman ke Bawean sebanyak 5000 kuali, diantar menggunakan truk hingga ke tempatnya," ujarnya.

Harga kuali produksi tangannya tergolong murah, sebab harganya Rp500 per kuali.

"Saya menjual kuali dengan harga Rp500 saja, tidak perlu mahal yang penting tetap berjalan dan bisa mencukupi kebutuhan keluarga," tutup Broto.

Usaha pembuatan kuali Broto sudah berjalan sekitar 80 tahun warisan turun-menurun dari keluarganya.[nok/col]