Produksi JOB P-PEJ ‘Terjebak’ Penurunan Alamiah

Reporter: Parto Sasmito

blokTuban.com – Jumlah produksi Minyak dan Gas Bumi (Migas) dari operator Blok Migas Tuban, Join Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) pernah mencapai puncak produksi minyak hingga 40.321 Barel Per Hari (BPH) tahun 2012. Namun jumlah itu setiap tahun terus mengalami penurunan. Bahkan, hingga kini produksi makin sedikit.

Catatan blokBojonegoro.com, tahun 2013 jumlah produksi minyak masih di angka 33.114 BPH. Tahun berikutnya, jumlah itu terus mengalami penurunan, bahkan di akhir Desember 2014 jumlahnya berada di angka 25.244 BPH. Memasuki tahun 2015, bukannya malah meningkat, justru bertambah merosot sampai 20.500 BPH pada bulan April, dan turun lagi 19.050 BPH di pertengahan tahun.

Menjelang akhir tahun ini, lagi-lagi jumlah produksi JOB P-PEJ kembali anjlok. Dari data yang dihimpun, rata-rata jumlah minyak yang dihasilkan di Lapangan Sukowati Pad A sebanyak 7.100 BPH dan Pad B sebesar 8.400 BPH, ditambah dari Lapangan Mudi yang berjumlah 1.150 BPH. Artinya, di akhir tahun ini hanya  mampu menghasilkan minyak sebesar 17.700 BPH. Jumlah penurunan itu, lebih dari setengahnya pada saat puncak produksi di tahun 2012.

“Penurunan dan fluktuasi produksi sampai hari ini merupakan natural decline atau penurunan jumlah produksi secara alamiah,” ungkap Field Manager JOB P-PEJ, Juniza H. Dipodiwirjo, kepada blokTuban.com beberapa waktu lalu.

Sebagai upaya untuk mengatasi penurunan secara alamiah itu, JOB P-PEJ menambah sumur baru dan mereparasi sumur-sumur yang masih aktif. Pada bulan April 2015, dibor Skw#34 dan menyelesaikan Skw#33. Selain itu, di Karangmudi, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, juga mengebor sumur eksplorasi baru untuk mengerek produksi.

Kondisi sumur-sumur yang dikelola JOB P-PEJ, lanjut Junizar, panggilan akrabnya, banyak yang sedang proses reparasi. Seperti di Lapangan Sukowati, dari 32 sumur ada 28 aktif, artinya 4 sumur sedang direparasi. Begitu juga dengan di Mudi, terdapat 11 sumur yang aktif dari jumlah total 25 buah. Lainnya ada sumur injeksi air, sedang reparasi dan ada yang memang tidak diproduksikan karena hanya keluar air.

"Reparasinya butuh 7 sampai 10 hari. Setelah selesai, gantian sumur yang beroperasi dimatikan untuk reparasi, guna meningkatkan produksi," imbuhnya.

Dengan adanya sumur-sumur pengembangan di Lapangan Sukowati, diharapkan bisa menambah produksi, sehingga menekan laju penurunan alamiah sumur-sumur lama. Sementara sumur eksplorasi diharapkan bisa menambah cadangan baru Migas dibawah kendali JOB P-PEJ. [ito/mad]